Tuesday, April 28, 2020

22TH ANNIVERSARY OF SUMATRA HERITAGE TRUST


It was an honor to meet again with my seniors who introduced me to heritage about three decades ago.

And so glad to see my junior colleagues took over the leadership to ensure that the heritage movement keeps going.

Heritage movement in Indonesia is never been easy. As my senior said, heritage is about politics. But we have achieved certain things together all these years.

Congratulations Sumatra Heritage Trust! Keep the spirit high, as always!



Monday, April 13, 2020

HUTAN PERANGKO

Saya selalu menyukai alam terbuka tetapi bekerja dengan tangan di alam terbuka baru saya lakukan setelah tinggal di Belanda.

Pertama, di sepetak kebun di depan apartemen di Amsterdam. Saya menanam bahan-bahan sayuran sup (wortel, seledri, bawang daun), bunga dan buah stroberi. Ini saya lakukan terutama untuk memberi contoh pada anak saya, Dian, bahwa wortel asalnya dari tanah, bukan dari supermarket. Setelah Dian agak besar, kegiatan berkebun ini berhenti, terutama karena stroberi dimakan keong terus. 

Kedua, sekarang saya sering menjadi sukarelawan merawat hutan lindung di propinsi paling utara di Belanda. Di hutan lindung itu ada binatang dan pohon-pohon lokal yang dilindungi sebagai ciri khas warisan alam setempat. Hutan lindung berukuran relatif kecil ini di Belanda dinamakan "postzegel bosjes" atau "hutan perangko" karena memang bentuknya petak  dan relatif kecil seperti perangko. Hutan perangko ini penting dalam ekosistem keseluruhan karena secara akumulatif menjadi paru-paru hijau yang efektif dan juga menjaid habitat berbagai tanaman dan hewan yang dilindungi. 

Pada awalnya saya kaku dan tidak terlalu paham bagaimana memelihara hutan lindung. Tetapi setelah beberapa bulan, saya makin menghargai hutan lindung yang saya pelihara. Hutan lindung ini juga menjadi alasan yang positif untuk bertemu dengan orang-orang lokal yang mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman. Saya selalu menikmati belajar dari orang-orang lapangan ini. Contohnya adalah penjual bibit tanaman di Wilheminaoord yang bercerita kenapa beliau tidak setuju dengan nominasi Wilheminaoord sebagai Situs Pusaka Dunia. Atau seorang ahli ekologi spesialis sejarah lansekap lokal yang tiba-tiba muncul datang bertandang dan menceritakan sejarah dan manka setiap kontur lahan dan pohon. Atau para petani di sekitar hutan lindung yang lahannya luas-luas dengan pengolahan intensif berbasis mesin yang efisiennya bukan main dibandingkan para petani di Indonesia. Mereka semua adalah guru saya. 

Satu lagi, di musim menjaga jarak 1,5 meter untuk mencegah penyebaran virus Corona seperti sekarang, bekerja di hutan lindung sangat nyaman dan menyenangkan karena tidak ada orang lain. Lengan dan punggung saya juga sekarang terbiasa dengan kerja lapangan membuka jalur jalan, membersihkan parit, mengangkut batang pohon, atau membungkuk menggunting tanaman-tanaman liar yang seperti tidak habis-habisnya. 




Thursday, April 09, 2020

DAMPAK PSIKIS CORONAVIRUS


Ketika banyak waktu di rumah untuk bekerja dan belajar,  seharusnya kita menjadi makin produktif. Tetapi ketika kabar datang satu per satu tentang kepergian teman-teman di Indonesia akibat serangan virus Corona, sulit berkonsentrasi jadinya.
Saya mulai bertanya apakah ada artinya riset doktoral tentang profesionalisme organisasi heritage di Indonesia yang sedang saya lakukan?
Ketika kita dihadapkan pada kematian, tiba-tiba kita dipaksa berkontemplasi tentang esensi kehidupan. Apa yang sebenarnya esensial dalam sisa umur kita?
Di tengah buyarnya konsentrasi, seorang pembimbing membantu saya untuk kembali memikirkan apa yang sebenarnya saya cari melalui penelitian saya.
Jika ada satu hal yang ingin saya temukan jawaban sebelum hidup saya berakhir, maka saya ingin belajar memahami bagaimana caranya agar organisasi pelestarian (heritage socities) di Indonesia bisa bekerja profesional.
Bagaimana caranya agar teman-teman di Indonesia yang begitu berdedikasi luar biasa bisa bekerja penuh waktu dengan tenang karena mempunyai penghasilan memadai.
Bagaimana caranya agar teman-teman dihargai sebagai tenaga profesional yang telah menimba begitu banyak ilmu dan pengalaman secara otodidak selama ini.
Jika organisasi pelestarian  bisa bekerja profesional, maka mereka bisa berkontribusi lebih banyak  dan lebih baik lagi untuk pelestarian warisan budaya dan alam di Indonesia. Amin.