History of Railways in Deli (North Sumatra)

    


    Monthly Discussion of Pansumnet

    (Pan-Sumatra Network for Heritage Conservation)

Saturday, 24 April 2021
13.30-15.30 WIB (08.30 CET)
History of Railways in Deli (North Sumatra) as part of the plantation exploitations in the region in the early 20th century by the Dutch-Indies Government.
Presented by Greg H.W. the Founder of Instagram @keretadeli
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Diskusi Bulanan Pansumnet
Paparan Sejarah dan Perkembangan Kereta Api di Tanah Deli dengan judul Kisah Sabuk Besi Sumatra Utara.
Narasumber: Greg HW, Founder dan Admin @keretadeli
Moderator: Riky Soeripno, Komunitas DIVRE1RAILFANS
Sabtu, 24 April 2021, Jam 13:30 - 15:30 WIB
Media: Zoom Cloud Meeting dan Facebook Live Streaming
Pendaftaran:
sertifikat tersedia sesuai permintaan
Narahubung:
085262036767 (WA Only)
Bagi pecinta kereta api, mengumpulkan dan mengoleksi segala sesuai hal yang berbentuk kereta api tentu menjadi kepuasan tersendiri. Mulai dari replika berbagai jenis kereta api sampai dengan menelusuri jalur-jalur kereta api.
Di masa sekarang ini dimana semua berbentuk digital maka koleksi-koleksi tersebut dengan sangat mudah bisa dipamerkan melalui media sosial. Akun instagram @keretadeli sejak 2 tahun terakhir telah mewarnai instagram dengan sejarah dan gambar-gambar perkembangan kereta api di Pantai Timur Sumatra.
Kereta api di Pantai Timur Sumatra lahir, berkembang untuk mendukung industri perkebunan. Tanpa perkebunan, belum tentu sabuk besi hadir di Tanah Deli.
Tahun 1869 Nienhuys mendirikan NV Deli Maatschappij. Kereta api pun menjadi salah satu infrastruktur transportasi utama pertama di Sumatra Timur diikuti dengan bangunan-bangunan kantor, salah satunya gedung kantor NV Deli Maatschappij yang didesain oleh Thomas Karsten di Medan.
Sebelum dilarang mudik lebaran, hari Sabtu ini kita naik kereta api dulu sambil menunggu berbuka puasa, kemana tujuan kita? ke Tanah Deli.. Tut tut tuut…

Comments

Popular posts from this blog

INFILL DEVELOPMENT

SOCIAL HOUSING IN IPOH: WALLER COURT

MY TWENTY TWENTY